Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Kedokteran, mencapai pencapaian signifikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Kesehatan (LAMPSK) resmi menganugerahi Akreditasi A kepada Program Studi Kedokteran Umum fakultas ini pada Sabtu, 13 April 2026. Pencapaian tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan institusi pendidikan kedokteran di kawasan Sulawesi Tenggara.
Pengumuman resmi akreditasi A diterima langsung oleh pimpinan universitas dalam acara presentasi hasil evaluasi akreditasi yang berlangsung di Ruang Auditorium Utama Kampus Kendari. Proses evaluasi yang ketat selama enam bulan terakhir telah menghasilkan rekomendasi tertinggi dari tim asesor independen yang dipimpin oleh Profesor Dr. Bambang Sudaryanto, ahli akreditasi pendidikan kesehatan dari Jakarta.
“Kami sangat bersyukur menerima akreditasi A ini. Ini adalah hasil kerja keras seluruh komponen akademik dan non-akademik Fakultas Kedokteran selama bertahun-tahun. Pencapaian ini membuktikan bahwa komitmen kami terhadap peningkatan mutu pendidikan kedokteran tidak hanya slogan, tetapi aksi nyata,” ujar Prof. Dr. H. Sudarman, S.H., M.Hum., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam konferensi pers yang diselenggarakan seusai pengumuman resmi.
### Perjalanan Menuju Akreditasi A
Perjalanan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kendari menuju akreditasi A bukanlah cerita singkat. Sejak berdiri pada tahun 2013, fakultas ini terus melakukan perbaikan berkelanjutan dalam berbagai aspek operasional pendidikan. Pada 2019, fakultas ini pertama kali meraih akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Pencapaian tersebut kemudian ditingkatkan menjadi akreditasi A pada 2026, setelah melalui proses evaluasi yang sangat komprehensif.
Dr. H. Miftah Abdurrahman, S.T., M.Eng., Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kendari, menjelaskan bahwa peningkatan akreditasi tidak terjadi secara kebetulan. “Kami telah mengidentifikasi area-area yang perlu diperbaiki sejak evaluasi akreditasi terakhir. Tim manajemen fakultas berkonsultasi dengan berbagai stakeholder, termasuk mahasiswa, dosen, dan profesional kesehatan di industri untuk memastikan kurikulum dan proses pembelajaran relevan dengan kebutuhan pasar kerja,” kata Dr. Miftah dalam wawancara eksklusif dengan media kampus pada 14 April 2026.
Menurut Dr. Miftah, ada lima pilar utama yang menjadi fokus peningkatan mutu selama periode evaluasi. Pertama adalah aspek kepemimpinan dan manajemen institusional. Fakultas melakukan reorganisasi struktur manajemen yang lebih efisien dengan pendelegasian wewenang yang jelas kepada tingkat koordinator program studi.
“Sebelumnya, banyak pengambilan keputusan terpusat di tingkat dekanat. Kami merevolusi sistem ini dengan memberdayakan koordinator program studi dan ketua departemen untuk membuat keputusan operasional yang lebih cepat dan relevan,” jelasnya.
Pilar kedua adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Fakultas aktif memberikan kesempatan kepada dosen untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Dalam tiga tahun terakhir, sebanyak 12 dosen berhasil menyelesaikan program doktor di berbagai universitas ternama, baik dalam maupun luar negeri.
“Investasi pada SDM adalah investasi jangka panjang. Dosen yang memiliki gelar doktor dan kualifikasi akademik tinggi akan menghasilkan penelitian berkualitas dan pembelajaran yang lebih mendalam kepada mahasiswa,” ungkap Dr. Miftah dengan bangga.
### Infrastruktur dan Fasilitas Modern
Pilar ketiga adalah infrastruktur dan fasilitas pembelajaran. Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan dana yang signifikan untuk peningkatan fasilitas Fakultas Kedokteran. Laboratorium klinik, laboratorium patologi, dan laboratorium farmakologi diperbarui dengan peralatan medis modern bernilai miliaran rupiah.
“Kami menyadari bahwa pembelajaran kedokteran membutuhkan fasilitas praktik yang memadai. Tidak cukup hanya teori, mahasiswa harus belajar menggunakan peralatan diagnostik dan terapeutik yang sama dengan yang mereka temukan di rumah sakit,” jelas Dr. Bambang Sudaryanto, ketua tim asesor, dalam kesempatan terpisah.
Selain itu, Universitas Muhammadiyah Kendari juga membangun Medical Simulation Center berstandar internasional pada tahun 2024. Fasilitas ini dilengkapi dengan manikin pasien simulasi generasi terbaru, ruang operasi simulasi, dan area ruang gawat darurat yang dapat mereplikasi situasi nyata.
Pilar keempat adalah kerjasama dengan rumah sakit pendidik dan mitra industri kesehatan. Fakultas Kedokteran menjalin kerjasama akademik dengan 15 rumah sakit di Sulawesi Tenggara dan sekitarnya untuk kegiatan praktik klinis mahasiswa. Selain itu, ada juga kerjasama dengan industri farmasi, alat kesehatan, dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang holistik.
“Kolaborasi ini sangat penting karena mahasiswa kedokteran harus memahami sistem kesehatan secara komprehensif, tidak hanya perawatan di rumah sakit, tetapi juga pelayanan kesehatan di tingkat komunitas,” kata Dr. Hendra Wijaya, S.Ked., M.Med.Ed., Koordinator Program Studi Kedokteran Umum, dalam kesempatan berbeda.
### Riset dan Publikasi Akademik
Pilar kelima adalah penelitian dan publikasi ilmiah. Fakultas Kedokteran menargetkan peningkatan volume penelitian dengan output publikasi di jurnal terakreditasi. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023, ada 24 artikel ilmiah diterbitkan di jurnal nasional terakreditasi SINTA 1-3. Angka ini meningkat menjadi 38 artikel pada 2025.
“Peningkatan publikasi menunjukkan bahwa budaya riset semakin tertanam dalam kultur akademik kami. Ini penting karena research-based teaching akan meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa,” tambah Dr. Hendra Wijaya.
Selain publikasi jurnal, dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran juga aktif mengikuti konferensi nasional dan internasional. Pada 2025, sebanyak 18 makalah penelitian dari civitas akademika fakultas dipresentasikan di berbagai konferensi ilmiah tingkat nasional dan regional.
### Respons Positif dari Pemangku Kepentingan
Pencapaian akreditasi A mendapat respons positif dari berbagai pemangku kepentingan. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Rusdi H. Saleh, S.Ked., M.P.H., menyambut baik pencapaian ini.
“Akreditasi A Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kendari adalah kabar baik bagi pengembangan sumber daya manusia kesehatan di Sulawesi Tenggara. Kami berharap lulusan fakultas ini dapat berkontribusi lebih besar dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kami,” kata Dr. Rusdi dalam pesan tertulisnya yang dikirimkan kepada pimpinan universitas.
Kepuasan mahasiswa juga tercermin dalam Survei Kepuasan Mahasiswa yang diselenggarakan oleh lembaga akreditasi. Dari 420 mahasiswa yang disurvei, sebanyak 87 persen menyatakan puas atau sangat puas terhadap kualitas pendidikan dan fasilitas pembelajaran di Fakultas Kedokteran.
“Saya senang belajar di sini. Dosen-dosen kami sangat peduli dengan perkembangan kami. Fasilitas laboratorium dan ruang simulasi juga sangat membantu mempersiapkan kami menjadi dokter yang kompeten,” ujar Rini Wijaya, mahasiswa tingkat akhir Program Studi Kedokteran Umum, ketika ditemui di kampus.
### Dampak dan Prospek Masa Depan
Akreditasi A memiliki implikasi praktis yang signifikan bagi institusi dan mahasiswa. Pertama, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kendari akan memiliki kredibilitas akademik yang lebih tinggi di mata pasar kerja dan industri kesehatan.
Kedua, pencapaian ini akan meningkatkan prestise universitas secara keseluruhan. Dalam beberapa tahun ke depan, diproyeksikan bahwa minat calon mahasiswa untuk masuk ke Universitas Muhammadiyah Kendari akan meningkat.
Ketiga, akreditasi A membuka peluang untuk pengajuan program pendidikan baru di lingkungan Fakultas Kedokteran, seperti program Magister Pendidikan Kedokteran atau program khusus lainnya yang memerlukan standar akreditasi tinggi.
“Kami sedang merencanakan pembukaan program Magister Kedokteran Klinik dalam dua tahun ke depan. Akreditasi A ini menjadi fondasi yang kuat untuk pengembangan program tersebut,” ungkap Prof. Dr. H. Sudarman saat menutup konferensi pers.
### Komitmen Berkelanjutan
Meskipun telah meraih akreditasi A, pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari menegaskan bahwa ini bukan akhir dari perjalanan peningkatan mutu. Sebaliknya, akreditasi A dianggap sebagai titik awal untuk membawa institusi ke level yang lebih tinggi.
“Akreditasi A adalah pencapaian, tetapi bukan puncak. Kami akan terus melakukan perbaikan berkelanjutan dalam semua aspek operasional. Target kami adalah memastikan bahwa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kendari tetap relevan dan berkompetisi dengan fakultas kedokteran terbaik di Indonesia,” tegas Dr. Miftah Abdurrahman.
Untuk memastikan keberlanjutan peningkatan mutu, fakultas telah menyusun roadmap pengembangan 2026-2030 yang mencakup berbagai inisiatif strategis, mulai dari pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, peningkatan kapasitas penelitian, hingga penguatan kerjasama internasional.
Pencapaian akreditasi A oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan bahwa upaya konsisten dalam peningkatan mutu pendidikan dapat menghasilkan hasil yang nyata. Seiring dengan komitmen berkelanjutan untuk terus berinovasi dan meningkatkan standar, institusi ini diharapkan dapat terus memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya di kawasan Sulawesi Tenggara.
—
Penulis: Eka Pratama
Jurnalis Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari
Kendari, 14 April 2026