Kendari – Dalam upaya mengembangkan potensi mahasiswa di luar akademik, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kendari menyelenggarakan Festival Olahraga dan Seni Budaya yang meriah pada hari Selasa hingga Kamis, 15–17 April 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi momentum penting bagi sekitar 850 mahasiswa untuk menampilkan bakat, kreativitas, dan semangat kolaborasi dalam berbagai cabang olahraga dan pertunjukan seni tradisional maupun modern.
Acara yang berlangsung di lapangan olahraga utama Kampus Kendari Universitas Muhammadiyah dan Aula Serba Guna Fakultas Kedokteran ini menampilkan 12 cabang olahraga dan 15 nomor seni budaya. Peserta berasal dari seluruh program studi di Fakultas Kedokteran, termasuk mahasiswa Prodi Pendidikan Dokter, Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, dan Gizi. Kehadiran antusias mahasiswa mencapai 95 persen, menunjukkan komitmen tinggi terhadap pengembangan diri di bidang olahraga dan seni.
Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan
Festival Olahraga dan Seni Budaya merupakan kegiatan rutin tahunan yang telah diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kendari selama lebih dari satu dekade. Inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa pendidikan kesehatan modern harus mencakup pengembangan holistik mahasiswa, tidak hanya aspek kognitif dan keterampilan klinis, tetapi juga kesejahteraan mental, fisik, dan keterampilan sosial.
“Kami percaya bahwa mahasiswa kedokteran dan tenaga kesehatan harus memiliki keseimbangan hidup yang baik. Olahraga dan seni bukan hanya sebagai hiburan, tetapi sebagai bagian penting dari membangun karakter, disiplin, dan kerjasama tim yang akan mereka butuhkan dalam praktik profesi di masa depan,” ujar Prof. Dr. Miftahul Akhyar, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan pembukaan acara pada Selasa pagi, 15 April 2026.
Menurut ketentuan yang ditetapkan panitia penyelenggara, festival ini dirancang untuk mencapai beberapa tujuan strategis. Pertama, menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan mendukung gaya hidup aktif di kalangan mahasiswa. Kedua, memperkuat ikatan sosial dan kekeluargaan antar angkatan dan antar program studi. Ketiga, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengekspresikan diri dan mengasah keterampilan non-akademik yang relevan dengan kompetensi profesional. Keempat, merayakan keberagaman budaya dan bakat yang ada dalam komunitas akademik Fakultas Kedokteran.
Cabang Olahraga dan Kompetisi Sengit
Rangkaian kompetisi olahraga diselenggarakan dengan format sistem kelompok dan knock-out. Dua belas cabang olahraga yang dipertandingkan mencakup sepak bola, bola voli, bola basket, bulu tangkis, tenis meja, badminton, lari marathon, catur, futsal, cricket, senam, dan renang.
Cabang sepak bola menghadirkan pertandingan paling meriah dengan delapan tim yang berasal dari berbagai angkatan dan program studi. Pertandingan final pada hari Rabu sore berhasil mengumpulkan ratusan penonton dari kalangan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Tim dari angkatan 2024 Prodi Pendidikan Dokter berhasil meraih juara dengan mengalahkan tim angkatan 2023 dengan skor 2–1 dalam pertandingan yang seru dan penuh emosi.
“Ini adalah prestasi luar biasa bagi tim kami. Kami berlatih intensif selama dua bulan dengan fokus pada taktik dan kerja sama tim. Meskipun kami adalah angkatan yang lebih muda, semangat dan dedikasi kami tidak kalah dengan tim-tim lain,” ungkap Aditya Rahman, kapten tim sepak bola pemenang, dengan wajah penuh kebanggaan.
Kompetisi bola voli perempuan juga menjadi sorotan dengan pertandingan yang menampilkan permainan berkualitas tinggi. Daya tahan fisik dan teknik permainan yang ditampilkan oleh para atlet mahasiswi menunjukkan level kompetisi yang serius. Juara bola voli perempuan raih oleh tim dari Prodi Keperawatan yang dalam final mengalahkan tim Prodi Pendidikan Dokter dengan skor 3–1.
Untuk cabang individual seperti bulu tangkis dan tenis meja, antusiasme peserta tetap tinggi. Pada cabang bulu tangkis putra, Raka Wijaya, mahasiswa angkatan 2023 dari Prodi Farmasi, berhasil meraih juara tunggal setelah mengalahkan lima peserta lainnya dengan permainan yang konsisten dan strategis. Sementara itu, di kategori tenis meja, Siti Nurhaliza dari angkatan 2024 Prodi Gizi meraih medali emas dengan dominasi mutlak dalam setiap pertandingan.
Lari marathon menjadi ajang yang mengujuk ketahanan dan kemauan keras peserta. Dengan jarak 10 kilometer yang harus ditempuh di area sekitar kampus dan sekitarnya, peserta dari berbagai latar belakang kebugaran mengikuti serta. Pemenang kategori putra adalah Fadhli Pratama dari Prodi Pendidikan Dokter dengan waktu 42 menit 15 detik, sementara kategori putri dimenangkan oleh Desi Purnama dari Prodi Kesehatan Masyarakat dengan waktu 48 menit 30 detik.
Ajang Seni dan Budaya yang Memukau
Di samping kegiatan olahraga, festival ini juga menampilkan pertunjukan seni dan budaya yang beragam. Dengan total 15 nomor seni, mahasiswa menampilkan karya-karya yang menggabungkan ekspresi modern dengan sentuhan tradisional Sulawesi Tenggara.
Nomor yang paling ditonton adalah pertunjukan tari tradisional “Poco-Poco” yang dipimpin oleh kelompok mahasiswi dari angkatan 2023. Mereka membawakan tarian dengan kostum tradisional yang indah, gerakan yang terkoordinasi dengan baik, dan diiringi musik yang enerjik. Penonton dari kalangan mahasiswa lainnya bahkan ikut menari di bangku penonton, menciptakan suasana meriah dan penuh kegembiraan.
Selain itu, ada pula pertunjukan musik yang menampilkan band mahasiswa dengan berbagai genre. Band berjudul “Healing Melodies” yang terdiri dari empat mahasiswa dari program studi yang berbeda memainkan lagu-lagu original mereka sendiri. Lagu pertama yang mereka mainkan berjudul “Dedikasi Putih” merupakan lagu yang terinspirasi dari profesi kesehatan dan perjuangan mahasiswa kedokteran dalam mengejar impian mereka.
“Kami ingin menyampaikan bahwa sebagai calon tenaga kesehatan, kami juga punya passion di bidang seni musik. Musik adalah cara kami mengekspresikan emosi dan juga menyampaikan pesan kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan fisik dan mental,” jelas Imam Hidayat, vokalis dan gitaris “Healing Melodies”.
Nomor fashion show juga menarik perhatian dengan menampilkan desain pakaian yang inovatif, sebagian darinya menggunakan bahan daur ulang untuk menyuarakan kesadaran lingkungan. Mahasiswa dari Prodi Gizi dan Kesehatan Masyarakat berkolaborasi menciptakan koleksi yang tidak hanya indah secara visual tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya konsumsi makanan organik dan gaya hidup berkelanjutan.
Acara seni budaya ditutup dengan pertunjukan drama berjudul “Malam Putih” yang menceritakan tentang perjalanan seorang mahasiswa kedokteran dalam menghadapi tantangan akademik, tekanan sosial, dan pencarian jati diri. Drama yang dibintangi oleh dua belas mahasiswa ini berhasil menyentuh hati penonton dengan dialog-dialog yang relatable dan penampilan yang emosional.
Dukungan Pimpinan Kampus dan Dampak Positif
Dekan Fakultas Kedokteran, Prof. Dr. Miftahul Akhyar, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan festival ini. Ia menekankan bahwa pengembangan mahasiswa yang komprehensif adalah prioritas utama institusi.
“Saya melihat dalam festival ini mahasiswa kami menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan semangat kolaborasi yang luar biasa. Ini adalah bukti nyata bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya menghasilkan dokter, perawat, dan tenaga kesehatan yang kompeten secara klinis, tetapi juga pribadi-pribadi yang seimbang, berkarakter, dan siap berkontribusi pada masyarakat,” ujar Prof. Miftahul dalam kesempatan menutup festival pada Kamis sore.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Haris Salim, M.H., juga turut hadir dan memberikan penghargaan kepada mahasiswa dan panitia pelaksana festival. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara akademik dan pengembangan diri.
“Festival seperti ini adalah wujud nyata dari visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara fisik dan mental, serta memiliki jiwa seni dan kreativitas. Kami harapkan mahasiswa terus memanfaatkan kesempatan-kesempatan ini untuk mengembangkan diri secara optimal,” tambah Dr. Haris.
Dampak positif dari festival ini terlihat jelas dalam antusiasme mahasiswa dan peningkatan rasa kebersamaan di antara mereka. Banyak mahasiswa yang sebelumnya tidak mengenal satu sama lain berhasil membentuk persahabatan baru melalui kegiatan ini. Selain itu, mahasiswa juga mengalami peningkatan kepercayaan diri setelah berhasil menampilkan bakat mereka di depan publik.
Dwi Kusuma, mahasiswa angkatan 2025 dari Prodi Keperawatan yang berhasil meraih medali perak di cabang badminton putri, mengungkapkan pengalamannya: “Festival ini memberikan saya kesempatan untuk keluar dari rutinitas akademik dan menunjukkan bahwa saya punya bakat di bidang olahraga. Saya jadi termotivasi untuk terus berlatih dan mungkin mewakili kampus di kompetisi antar kampus.”
Penyelenggaraan Festival yang Terstruktur
Panitia pelaksana festival yang terdiri dari 25 mahasiswa dari berbagai angkatan berhasil menyelenggarakan kegiatan ini dengan terstruktur dan profesional. Mereka dikoordinasi oleh Ketua Panitia, Zahra Putri Lestari, mahasiswa angkatan 2023 dari Prodi Pendidikan Dokter.
“Persiapan festival ini memakan waktu sekitar tiga bulan. Kami harus mengatur berbagai aspek, mulai dari pendaftaran peserta, penyiapan lapangan olahraga, sound system untuk acara seni, dan juga koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Tantangan terbesar adalah menyeimbangkan antara keinginan untuk membuat festival yang meriah dengan keterbatasan anggaran yang kami miliki. Namun, dengan dukungan dari pimpinan fakultas dan kreativitas tim kami, semuanya berjalan lancar,” jelas Zahra.
Dukungan finansial dan logistik dari pihak dekanat dan rektorat sangat membantu kelancaran pelaksanaan. Fasilitas kampus seperti lapangan olahraga, aula, dan peralatan olahraga dioptimalkan penggunaannya. Panitia juga mengajak sponsor dari pihak swasta lokal untuk membantu mendanai hadiah dan perlengkapan yang dibutuhkan.
Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kendari pada 15–17 April 2026 telah selesai dengan sukses dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta dan penonton. Kegiatan ini membuktikan bahwa pengembangan holistik mahasiswa adalah investasi penting dalam menciptakan tenaga kesehatan yang tidak hanya berkompeten secara profesional, tetapi juga memiliki keseimbangan hidup yang baik.
Dengan semangat yang sama dan komitmen yang berkelanjutan, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kendari siap menyelenggarakan festival serupa tahun depan dengan skala yang lebih besar dan partisipasi yang lebih luas. Para mahasiswa telah menunjukkan bahwa mereka tidak hanya fokus pada ilmu pengetahuan kesehatan, tetapi juga mengembangkan diri secara menyeluruh untuk menjadi profesional kesehatan yang sejati dan berkontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia, khususnya Sulawesi Tenggara.
—
Jumlah kata: 1.847 kata