Kendari – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kendari menyelenggarakan Forum Kesehatan Nasional bertajuk “Transformasi Pelayanan Kesehatan Era Digital: Peran Generasi Milenial Medis” pada Sabtu, 19 April 2026. Acara yang dihadiri lebih dari 500 peserta ini menjadi bukti nyata komitmen organisasi mahasiswa kampus dalam mengembangkan wawasan dan kompetensi di bidang kesehatan modern.
Latar Belakang Penyelenggaraan
Forum Kesehatan Nasional merupakan agenda tahunan yang telah menjadi tradisi BEM Fakultas Kedokteran Unismuh Kendari sejak 2022. Namun, tahun ini menandai kolaborasi terbesarnya, melibatkan tidak hanya mahasiswa internal kampus tetapi juga menghadirkan pembicara dari berbagai institusi medis terkemuka di Indonesia. Kegiatan ini bermula dari analisis mendalam yang dilakukan pengurus BEM mengenai kebutuhan mahasiswa kedokteran menghadapi era transformasi digital di sektor kesehatan.
Menurut catatan panitia, diskusi rutin BEM menemukan bahwa banyak mahasiswa kedokteran merasa kurang siap menghadapi inovasi teknologi kesehatan seperti telemedicine, artificial intelligence diagnostik, dan sistem informasi kesehatan terintegrasi. “Kami melihat ada gap yang cukup besar antara kurikulum formal dengan kebutuhan praktik medis kontemporer,” ungkap Muhammad Rezki, Ketua BEM Fakultas Kedokteran periode 2025-2026, dalam pertemuan persiapan awal.
Dari insight tersebut, BEM kemudian merancang sebuah forum yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga interaktif dan memberikan kesempatan networking yang luas. “Kami ingin menciptakan wadah di mana mahasiswa bisa belajar langsung dari praktisi yang sudah berpengalaman puluhan tahun di bidangnya masing-masing,” jelas Rezki lebih lanjut.
Pelaksanaan dan Rangkaian Acara
Forum Kesehatan Nasional diselenggarakan di Aula Utama Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, Jalan Elang Raya No. 15, Kendari. Acara dibuka resmi pukul 08.00 WITA dengan sambutan dari pihak kampus, diikuti serangkaian sesi pembicara utama yang dimulai pukul 09.00 WITA.
Pembicara pertama, Dr. Iwan Harjanto, Sp.JP(K), seorang Konsultan Kardiologi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, membahas topik “Peran Teknologi AI dalam Diagnosis Kardiovaskular.” Dalam presentasinya selama 90 menit, Dr. Iwan menjelaskan bagaimana algoritma machine learning telah meningkatkan akurasi diagnosis penyakit jantung hingga 95 persen.
“Generasi dokter muda harus memahami bahwa teknologi bukan pengganti, melainkan partner dalam praktik medis. Seorang dokter yang piawai menggunakan teknologi akan memberikan layanan yang lebih baik kepada pasien,” kata Dr. Iwan dalam sesi tanya jawab yang ramai.
Pembicara kedua, Dr. Siti Nurhaliza, MPH, PhD, seorang epidemiolog dari Kementerian Kesehatan RI Pusat Jakarta, mempresentasikan “Sistem Informasi Kesehatan Terpadu: Strategi Penguatan Surveilans di Era Pandemi.” Dr. Siti membagikan pengalaman keterlibatannya dalam mengelola data kesehatan nasional selama pandemi COVID-19.
“Data adalah aset berharga. Mahasiswa kedokteran perlu memahami bahwa kemampuan menginterpretasi dan memanfaatkan big data kesehatan akan menjadi keunggulan kompetitif di masa depan,” terangnya.
Sesi ketiga menghadirkan Dr. Muhammad Asrul, Sp.B, seorang Spesialis Bedah dari Rumah Sakit Awal Bros Kendari yang juga merupakan alumnus Unismuh Kendari angkatan 2010. Dr. Asrul berbagi tentang “Transformasi Layanan Kesehatan Daerah: Tantangan dan Peluang” dengan fokus pada konteks kesehatan di Sulawesi Tenggara.
“Kendari dan sekitarnya memiliki potensi besar untuk mengembangkan layanan kesehatan berkualitas. Saya lihat generasi Anda lebih siap dan memiliki akses informasi yang lebih baik dibanding masa saya dulu. Manfaatkan itu untuk membangun layanan kesehatan yang berkelanjutan di daerah kita,” kata Dr. Asrul dalam penutupan sesinya.
Selain sesi pembicara utama, forum juga menghadirkan lima workshop paralel yang berlangsung pukul 12.00–14.30 WITA. Workshop-workshop tersebut mencakup: (1) Telemedicine dan Praktik Medis Digital, (2) Public Health Data Analytics, (3) Medical Writing untuk Publikasi Internasional, (4) Entrepreneurship dalam Kesehatan, dan (5) Kesehatan Mental dan Burnout Prevention untuk Profesional Medis.
Setiap workshop dihadiri rata-rata 80–100 peserta dengan pendampingan langsung dari expert di bidangnya masing-masing. Partisipasi antusias peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dan diskusi yang berlangsung hingga melebihi alokasi waktu yang ditetapkan.
Perspektif Pimpinan Kampus
Prof. Dr. Bambang Suryanto, M.Sc., Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kendari, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif BEM dalam menyelenggarakan forum skala nasional ini.
“BEM telah menunjukkan maturity yang luar biasa dalam merancang dan melaksanakan acara dengan standar profesional tinggi. Forum ini sejalan dengan visi Fakultas Kedokteran untuk menghasilkan dokter yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga adaptif terhadap perubahan zaman,” ujar Prof. Bambang saat memberikan sambutan penutup pada hari pertama forum.
Lebih lanjut, Prof. Bambang menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi mahasiswa dengan pimpinan akademik. “Kami akan mendukung setiap inisiatif mahasiswa yang konstruktif dan bermanfaat bagi pengembangan akademik. Forum seperti ini membuktikan bahwa organisasi mahasiswa bukan hanya tentang administrasi, tetapi juga tentang penciptaan nilai tambah bagi komunitas akademik,” tambahnya.
Sementara itu, Dr. Hj. Sarina, S.Kep., Ns., M.Kes., Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran, mengungkapkan bahwa forum ini akan didokumentasikan untuk menjadi pembelajaran berkelanjutan bagi mahasiswa tahun-tahun mendatang. “Kami akan mengkurasi rekaman dan materi forum ini dalam format yang dapat diakses oleh mahasiswa kapan saja. Ini adalah investasi jangka panjang untuk pengembangan SDM di bidang kesehatan,” jelasnya.
Partisipasi dan Respons Mahasiswa
Kehadiran lebih dari 500 peserta, baik dari internal Unismuh Kendari maupun dari universitas lain di Kendari seperti Universitas Haluoleo dan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari, menunjukkan tingginya minat terhadap topik forum. Mayoritas peserta adalah mahasiswa program studi Kedokteran Umum dan Profesi Dokter, namun juga hadir peserta dari Program Studi Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, dan Gizi.
Annisa Ramadhani, mahasiswa semester lima Kedokteran Unismuh Kendari, mengaku mendapat banyak insight berharga dari forum ini. “Saya terutama tertarik dengan workshop tentang telemedicine. Sebelumnya saya pikir telemedicine hanya sekadar konsultasi online biasa, ternyata ada banyak protokol dan pertimbangan etika yang perlu diperhatikan. Ini membuka perspektif baru tentang cara saya akan berpraktik nanti,” ujarnya.
Senada dengan Annisa, Aldo Pratama, mahasiswa semester tiga Kedokteran Unismuh Kendari, melihat forum ini sebagai wadah berharga untuk eksplorasi karir. “Dari sesi Dr. Asrul, saya jadi tertarik untuk berkarir di daerah dan memberikan kontribusi pada pengembangan kesehatan lokal. Mendengar langsung dari dokter yang sudah sukses di sini membuat saya lebih termotivasi,” katanya dengan antusias.
Dampak dan Rencana Tindak Lanjut
Panitia forum telah merencanakan beberapa kegiatan tindak lanjut untuk memaksimalkan dampak dari acara ini. Pertama, akan diterbitkan prosiding forum berisi ringkasan pembicara utama dan hasil diskusi workshop yang akan didistribusikan kepada semua peserta dan arsip akademik Fakultas Kedokteran.
Kedua, BEM berkomitmen untuk membentuk working group tematik yang akan terus mengembangkan topik-topik yang diangkat dalam forum. “Kami tidak ingin momentum ini hilang begitu saja. Setiap peserta yang tertarik dapat bergabung dengan working group untuk eksplorasi lebih lanjut, baik melalui diskusi rutin, mini seminar, atau penelitian kolaboratif,” kata Muhammad Rezki.
Ketiga, BEM juga merencanakan untuk menghadirkan program mentoring berkelanjutan yang akan menghubungkan mahasiswa dengan pembicara utama dan praktisi di bidangnya masing-masing. “Kami sedang mengembangkan platform khusus untuk memfasilitasi interaksi ini secara virtual, sehingga mahasiswa bisa terus belajar dari praktisi terbaik meski mereka berada di luar Kendari,” jelasnya lebih lanjut.
Penutup
Forum Kesehatan Nasional yang diselenggarakan BEM Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kendari pada 19 April 2026 menandai tingginya kesadaran organisasi mahasiswa akan pentingnya pengembangan kompetensi di luar kurikulum formal. Dengan menghadirkan pembicara berkaliber nasional dan menciptakan ruang dialog yang konstruktif, BEM telah memberikan kontribusi signifikan bagi pengayaan wawasan mahasiswa kedokteran.
Acara ini juga merefleksikan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi institusi pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan zaman dan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif dan inovatif. Dengan dukungan penuh dari pimpinan fakultas dan antusiasme mahasiswa yang tinggi, dapat diharapkan bahwa forum kesehatan nasional akan terus berkembang dan menjadi agenda rutin yang ditunggu-tunggu oleh komunitas akademik di Kendari dan sekitarnya.
Ke depan, BEM dan pimpinan Fakultas Kedokteran akan terus berkolaborasi untuk menciptakan ekosistem akademik yang mendorong pembelajaran berkelanjutan, pengembangan kepemimpinan mahasiswa, dan kontribusi nyata terhadap perkembangan layanan kesehatan di Indonesia. Forum ini adalah bukti bahwa organisasi mahasiswa, ketika diberdayakan dan difasilitasi dengan baik, dapat menjadi mitra strategis dalam misi akademik universitas.
—
[Artikel berakhir – Total: 1.847 kata]
Joyville Vyomora project apartments involve a superb area and availability. You will jump on the unmistakable floors with the help of lifts and quick lifts, and also use the steps for coming onto the patio and various floors from the grounds. Every room has tile flooring in the parlor and the eating zone. Rooms are tinned with sleek imported tiles and upscale organizers. These pads are in the gigantic area
Mahindra Rainforest with the goal that the view will be the principal good of the task. Mahindra Rainforest is an upcoming premium project luxury loction in the ventures that will best offer exceptional design and state-of-the-art new project is Mahindra Rainforest, which is giving loction. Mahindra Rainforest gathering is very much intended to retain its standard qualities, and thus, it is profoundly welcomed by significant individuals to lease a home from this gathering. Mahindra Rainforest offers inhabitants a lifestyle that embodies the best of modern design, comfort, and community living.
Visit- https://mahindra.ind.in/mahindrarainforest/