KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari) merayakan momen bersejarah dengan menyelenggarakan Wisuda Periode I Tahun Akademik 2025/2026 pada Senin, 21 April 2026, pukul 09.00 WITA di Aula Serbaguna Kampus Utama Jalan Jend. Ahmad Yani, Kendari. Acara tersebut secara khusus merupakan pelepasan resmi 147 mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter (S1) dari Fakultas Kedokteran yang telah menyelesaikan masa studi mereka dengan menunjukkan prestasi akademik dan non-akademik yang memuaskan.
Kehadiran sejumlah pejabat tinggi dalam acara wisuda ini menambah kesakralan dan pentingnya momen tersebut. Hadir sebagai pembina acara adalah Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari Prof. Dr. Slamet Riyanto, M.Si., didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hesti Widyaningsih, Ph.D., Dekan Fakultas Kedokteran Dr. H. Bambang Sutrisno, M.Kes., serta pejabat-pejabat pemerintah daerah dan stakeholder pendidikan dari berbagai instansi.
Wisuda kali ini menjadi yang terbesar dalam dekade terakhir untuk Fakultas Kedokteran Unismuh Kendari, menandai pertumbuhan signifikan dalam kualitas dan kuantitas lulusan dokter yang siap melayani masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara. Dari total 147 lulusan, sebanyak 89 mahasiswa diantaranya adalah perempuan dan 58 adalah laki-laki, mencerminkan semakin banyaknya partisipasi perempuan dalam bidang kesehatan di tingkat pendidikan profesional.
Prestasi Akademik yang Mengesankan
Rangkaian proses wisuda dimulai dengan pembacaan nama-nama lulusan yang disertai dengan penjelasan prestasi akademik mereka. Tim Panitia Wisuda mencatat bahwa dari 147 lulusan, terdapat 23 mahasiswa yang meraih cum laude dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas 3,50. Angka ini meningkat 34 persen dibandingkan dengan wisuda periode sebelumnya yang hanya mencapai 17 mahasiswa berprestasi tinggi.
Mahasiswa terbaik dalam kategori cum laude adalah Farida Nur Azizah dengan IPK 3,89, yang diakui atas konsistensinya dalam mempertahankan nilai akademik tinggi sejak semester pertama hingga semester akhir. Farida, asal Kota Kendari, merupakan lulusan terbaik Fakultas Kedokteran pada periode ini dan akan melanjutkan pendidikannya di Program Residensi Spesialisasi Pediatri di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari.
Selain pencapaian akademik, para lulusan juga menunjukkan kontribusi nyata dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Berdasarkan data dari Direktur Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran, Dr. Irfan Harahap, M.Kes., hampir 95 persen lulusan periode ini telah aktif dalam berbagai program kesehatan masyarakat, mulai dari sosialisasi pencegahan penyakit degeneratif, program vaksinasi gratis, hingga klinik kesehatan berkelanjutan di daerah terpencil di Sulawesi Tenggara.
Testimoni Pejabat Kampus dan Harapan Masa Depan
Dalam pidato resminya, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari Prof. Dr. Slamet Riyanto mengungkapkan kebanggaannya terhadap pencapaian para lulusan. “Hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi kita semua. Kami melihat 147 dokter muda yang siap mengabdikan ilmu dan keahlian mereka untuk kesejahteraan masyarakat. Di tengah tantangan pandemi kesehatan global dan beban penyakit yang terus berkembang, kehadiran dokter-dokter baru ini memberikan harapan baru bagi sistem kesehatan nasional,” ujar Prof. Slamet dalam pidatonya yang berlangsung selama 25 menit.
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa lulusan Fakultas Kedokteran Unismuh Kendari diharapkan tidak hanya menjadi praktisi kesehatan yang kompeten, tetapi juga menjadi pemimpin dalam inovasi pelayanan kesehatan di era digital. “Kami telah mempersiapkan kalian tidak hanya dengan pengetahuan medis yang mendalam, tetapi juga dengan keterampilan kepemimpinan, etika profesional, dan semangat mengabdi yang tinggi. Bergeraklah untuk mengubah wajah kesehatan Indonesia,” tambahnya dengan penuh penekanan.
Dekan Fakultas Kedokteran Dr. H. Bambang Sutrisno juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang telah mendukung proses pembelajaran para mahasiswa. “Selama enam tahun menempuh pendidikan dokter, mahasiswa kami telah melewati berbagai tantangan mulai dari pembelajaran teoritis, praktikum laboratorium, hingga magang klinis di rumah sakit dan fasilitas kesehatan masyarakat. Kerja keras mereka telah membuahkan hasil yang nyata,” kata Dr. Bambang sambil memberikan sertifikat kelulusan kepada para wisudawan.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Bambang Sutrisno juga mengumumkan bahwa Fakultas Kedokteran Unismuh Kendari telah mendapatkan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk periode lima tahun ke depan (2026-2031). “Pencapaian akreditasi A ini adalah bukti komitmen kami dalam menjaga standar kualitas pendidikan dokter yang sesuai dengan standar internasional. Ini adalah warisan berharga yang kami berikan kepada Anda semua,” ungkapnya dengan berbangga.
Kisah Inspiratif dari Para Lulusan
Di antara para wisudawan, terdapat beberapa cerita inspiratif yang menarik perhatian. Salah satunya adalah Raka Dwi Hermanto, seorang mahasiswa yang menjalani studi sambil bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit swasta di Kendari. “Perjalanan saya menempuh pendidikan kedokteran tidak mudah. Saya harus menyeimbangkan antara tugas sebagai perawat dan tuntutan akademik yang ketat. Namun, pengalaman tersebut justru memberikan saya pemahaman yang lebih dalam tentang realitas pelayanan kesehatan di lapangan,” cerita Raka yang termasuk dalam lima puluh besar berdasarkan prestasi akademiknya.
Kisah lain datang dari Siti Nurhaliza, seorang mahasiswa penerima beasiswa penuh dari Program Beasiswa Indonesia (PBI) Kementerian Pendidikan. Sebagai mahasiswa berprestasi dan aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, Siti berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan cum laude sambil menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter. “Saya ingin berterima kasih kepada Unismuh Kendari yang telah memberikan kesempatan emas kepada saya. Saya berkomitmen untuk kembali melayani masyarakat Sulawesi Tenggara dan menjadi dokter yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang besar untuk melayani,” ujar Siti dengan suara penuh emosi.
Lulusan Siap Bekerja dan Melanjutkan Pendidikan
Data dari Bagian Alumni dan Karir Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan bahwa dari 147 lulusan, sebanyak 98 mahasiswa telah memiliki penempatan kerja di berbagai fasilitas kesehatan sebelum acara wisuda berlangsung. Mereka akan melayani di rumah sakit umum, klinik kesehatan, puskesmas, dan berbagai institusi kesehatan lainnya di seluruh Indonesia.
Sisanya, sebanyak 49 mahasiswa, memilih untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang lebih tinggi melalui program residensi spesialisasi atau program pendidikan profesi lainnya. Universitas Muhammadiyah Kendari sendiri menawarkan delapan program residensi spesialisasi yang meliputi Penyakit Dalam, Bedah Umum, Pediatri, Obstetri dan Ginekologi, Mata, THT, Radiologi, dan Patologi Klinik. Dari 49 lulusan yang melanjutkan pendidikan, 31 mahasiswa diantaranya akan menjalani residensi di Universitas Muhammadiyah Kendari sendiri.
“Kami bangga dapat memberikan kesempatan kepada para lulusan untuk melanjutkan pendidikan di universitas ini. Program residensi kami telah terakreditasi dan memiliki fasilitas pembelajaran yang memadai, didukung oleh staf pendidik yang berpengalaman dan berdedikasi,” tambah Prof. Dr. Hesti Widyaningsih dalam sesi tanya jawab setelah acara wisuda resmi berakhir.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Stakeholder
Apresiasi terhadap penyelenggaraan wisuda juga datang dari pihak pemerintah daerah. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. H. Mulyanto, M.Kes., yang hadir dalam acara wisuda mengatakan bahwa lulusan dokter dari Unismuh Kendari sangat diharapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah Sulawesi Tenggara. “Defisit tenaga dokter spesialis masih menjadi tantangan serius dalam sistem kesehatan kami. Dengan adanya lulusan baru sebanyak ini, terutama mereka yang akan melanjutkan pendidikan ke spesialisasi, kami yakin dapat memperkuat sistem kesehatan regional,” ungkapnya.
Selain itu, Direktur Rumah Sakit Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari Dr. Sri Wahyuni, Sp.JP (K) juga menyampaikan bahwa rumah sakit pendidikan telah berkomitmen untuk terus mendukung pembelajaran praktik klinis mahasiswa kedokteran dan residensi. “Rumah sakit kami tidak hanya berfungsi sebagai tempat perawatan pasien, tetapi juga sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan dokter dan dokter spesialis berkualitas tinggi. Kami secara konsisten meningkatkan fasilitas dan infrastruktur untuk mendukung pendidikan kedokteran yang berkelanjutan,” jelas Dr. Sri Wahyuni.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meskipun meraih prestasi gemilang, Dekan Fakultas Kedokteran mengakui bahwa masih terdapat berbagai tantangan yang perlu dihadapi oleh institusi pendidikan medis di Indonesia. “Pertama, kami perlu terus meningkatkan kualitas kurikulum agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu kedokteran global. Kedua, infrastruktur dan fasilitas pembelajaran harus terus ditingkatkan untuk memastikan pengalaman belajar yang optimal. Ketiga, kami perlu lebih banyak tenaga pendidik berkualifikasi tinggi, terutama mereka yang memiliki gelar doktor dan pengalaman penelitian yang solid,” papar Dr. Bambang Sutrisno.
Untuk mengantisipasi tantangan tersebut, Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan anggaran yang signifikan dalam lima tahun ke depan untuk pengembangan Fakultas Kedokteran. Rencana tersebut mencakup pembangunan gedung baru untuk praktikum laboratorium, pembelian peralatan medis terkini, dan perekrutan dosen-dosen baru dengan kualifikasi internasional.
Penutup
Wisuda Periode I Tahun 2026 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kendari menjadi tonggak penting dalam perjalanan institusi untuk mencetak dokter-dokter profesional yang siap mengabdi kepada masyarakat. Kehadiran 147 lulusan baru ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi sistem kesehatan Indonesia dan membawa harapan baru dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara.
Para wisudawan telah dilengkapi dengan ilmu pengetahuan, keterampilan klinis, dan nilai-nilai etika profesional yang kuat selama menempuh pendidikan enam tahun di institusi ini. Dengan semangat pengabdian dan komitmen untuk terus belajar dan berkembang, mereka siap menghadapi berbagai tantangan dalam profesi kedokteran di era modern.
Universitas Muhammadiyah Kendari berjanji untuk terus memantau perkembangan para alumninya dan memberikan dukungan berkelanjutan melalui program pengembangan profesional, jaringan alumni yang kuat, dan peluang kolaborasi dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. Semoga para dokter muda ini dapat menjadi aset berharga bagi bangsa dan negara, serta menjadi contoh bagi generasi dokter berikutnya dalam mewujudkan visi kesehatan untuk semua.
—
Artikel ini didasarkan pada peliputan langsung dari acara wisuda Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kendari pada Senin, 21 April 2026.